Menara.co.id, INHU – Belum genap dua bulan dilantik, Bendahara Pembantu Setkab Indragiri Hulu, Tutik, tiba-tiba angkat kaki. Dampaknya langsung terasa: pencairan dana rutin di sekretariat tersendat.
Alasan resminya sederhana—“susah tidur” karena gangguan kesehatan. Tapi di balik itu, beredar isu lebih tajam: adanya permintaan di luar RAB dari lingkaran dalam kekuasaan yang dinilai berisiko hukum.
Tutik membantah. Ia bersikukuh mundur karena sakit. Sementara pihak Setkab menyebut alasan lain—urusan keluarga dan beban rumah tangga.
Fakta di lapangan? Versi saling bertabrakan, sementara pejabat kunci belum buka suara.
Yang jelas, satu jabatan strategis kosong mendadak, dan publik kembali disuguhi cerita lama: birokrasi goyah, alasan berubah-ubah, dan misteri yang tak kunjung terang.
(Js/TB/Fs)







