Keritang Inhil, Menara co.id – Yopi Arianto terus menunjukkan komitmennya dalam melakukan pengarahan dan pembinaan perubahan yang konstruktif bagi berbagai kalangan, khususnya para santri di Pondok Pesantren Yayasan H. Soegianto, Desa Keritang Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana harmonis dan penuh nilai edukatif.
Dalam arahannya, Yopi Arianto menekankan pentingnya para santri untuk senantiasa menjaga nama baik yayasan serta berupaya menorehkan prestasi di berbagai bidang.
Ia menegaskan bahwa pendidikan keagamaan Islam yang religius harus berjalan seimbang dengan pendidikan umum sebagai bekal penting bagi masa depan para santri.

Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan mandiri. Oleh karena itu, tugas utama pengasuh pesantren tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing, mendidik, dan mengawasi kehidupan santri selama 24 jam penuh.
Pengasuh pesantren berperan sebagai orang tua, guru, sekaligus teladan bagi santri. Mereka bertanggung jawab atas pembinaan akhlak dan ibadah, penegakan disiplin, pengawasan kehidupan asrama, serta pembentukan karakter di luar jam sekolah formal.
Secara rinci mantan Bupati Inhu dua priode tersebut, pengasuh bertugas membimbing santri dalam pelaksanaan ibadah seperti salat berjamaah, mengaji, dan puasa sunnah, sekaligus menanamkan nilai akhlakul karimah dan adab dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, pengasuh memastikan disiplin pesantren berjalan dengan baik, mulai dari aktivitas bangun tidur hingga waktu istirahat malam.
“Pengawasan kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan asrama juga menjadi bagian penting dari tugas pengasuh, termasuk pelaksanaan kontrol rutin secara harian maupun mingguan”, tegas sekwil DPW NasDem Prov Riau itu penuh harmoni.
Dalam aspek pengayoman, pengasuh memberikan nasihat, motivasi, serta pendampingan psikologis bagi santri yang menghadapi berbagai permasalahan.
Tak kalah penting, pengasuh berperan dalam mengembangkan potensi santri melalui kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi santri, serta menyusun laporan perkembangan akademik dan kepribadian santri secara berkala kepada pimpinan pesantren.
Secara teknis, Yopi menutup motivasinya dengan menekankan agar pengasuhan santri dilaksanakan melalui pembagian tim pengasuh putra dan putri yang bekerja sama dengan pengurus kamar maupun kakak asuh, sehingga seluruh santri dapat terpantau dan dibina secara optimal.
(Korlip Riau)







