Menu

Mode Gelap
 

Lingkungan · 6 Feb 2026 20:35 WIB ·

Putus Tengkulak, Polri Dorong KUR dan Serapan Bulog untuk Petani Jagung


					Putus Tengkulak, Polri Dorong KUR dan Serapan Bulog untuk Petani Jagung Perbesar

JAKARTA, Menara.co.id – 6 Februari 2026, Polri memperkuat ketahanan pangan nasional dengan membangun ekosistem pertanian jagung pakan ternak dari hulu ke hilir. Upaya ini dilakukan melalui fasilitasi permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan penyerapan hasil panen oleh Perum Bulog guna meningkatkan kesejahteraan petani.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi di Mabes Polri bersama Kementerian Pertanian, Perum Bulog, BPK, asosiasi pabrik pakan ternak, dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta diikuti secara daring oleh gugus tugas Polda se-Indonesia. Rakor dipimpin Karobinkar SSDM Polri Brigjen Langgeng Purnomo selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan.

Brigjen Langgeng menyampaikan, Indonesia berhasil tidak mengimpor jagung pakan ternak sepanjang 2025. “Rakor ini menjadi konsolidasi untuk memperkuat strategi 2026 agar capaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.

Baca juga:  Terkait Kasus Penjualan Aset Yayasan: Timpidsus Kejati Sumsel Geledah Kantor ATR/BPN dan Kantor Bapenda Sumsel

Di sisi permodalan, Polri memfasilitasi kelompok tani jagung mengakses KUR melalui Himbara. Implementasi program ini telah berjalan di wilayah Polda Jawa Barat, seperti Nagreg dan Ciamis, dengan penyaluran kredit modal untuk penanaman dan perluasan lahan jagung.

Senior Vice President BRI Danang Andi Wijanarko menyatakan, pada 2026 BRI menyiapkan plafon KUR Mikro sebesar Rp180 triliun, termasuk untuk sektor pertanian dan ekosistem jagung.

Untuk melindungi petani dari praktik tengkulak, Polri bekerja sama dengan Bulog dalam penyerapan hasil panen. Bulog menargetkan pengadaan 1 juta ton jagung pada 2026 untuk cadangan pangan pemerintah dengan harga Rp6.400 per kilogram sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Fokus kami menjaga harga jagung di tingkat petani minimal sesuai HPP. Di Jawa Barat dan Kalimantan Selatan, harga pembelian sudah mencapai Rp6.400 per kilogram,” kata Brigjen Langgeng.

Baca juga:  Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hulu Hadiri Rapat Koordinasi RDTR di Jakarta

Program ini diarahkan untuk mengoptimalkan lahan tidur, meningkatkan produksi jagung nasional, serta memastikan petani mampu mengelola usaha secara berkelanjutan dan terbebas dari jerat tengkulak.

(Jose.k/Fs/TB/Sgt)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

Redaksi Menara badge-check

Penulis

Baca Lainnya

NasDem DPRD Inhu Dukung Pembangunan Islamic Center, Yopi Arianto Siap Hibahkan Lahan

19 Mei 2026 - 10:33 WIB

Pengedar Ekstasi di Lirik Diciduk, 29 Butir Disita dari Dua Tersangka

21 April 2026 - 14:15 WIB

Polsek Pasir Penyu Tanam 35 Pohon, Gaungkan Green Policing di Inhu

20 April 2026 - 13:28 WIB

Polsek LBJ Rampungkan Renovasi Jembatan Merah Putih Tahap II di Pondok Gelugur

20 April 2026 - 13:18 WIB

NasDem Turun Tangan: Bantuan untuk Korban Kebakaran Indragiri Hilir, Ajak Semua Pihak Bergerak

19 April 2026 - 18:42 WIB

Kapolres Inhu Kunker Perdana, Tekankan Pelayanan Prima dan Zero Narkoba

10 April 2026 - 13:43 WIB

Trending di Lingkungan
Depan
Trending
Search
Login
Tentang