Menu

Mode Gelap

Bisnis · 10 Jan 2023 22:22 WIB ·

Produsen Nike Di Serang Banten Akan PHK 1.600 Pekerjanya


					Produsen Nike Di Serang Banten Akan PHK 1.600 Pekerjanya Perbesar

Menara.co.id I Serang – PT Nikomas Gemilang, produsen sepatu dengan merek dagang Nike, akan merumahkan 1.600 pegawainya.

Pihak perusahaan mengatakan para karyawan tersebut diminta mengundurkan diri karena imbas perang Rusia dan Ukraina, harga energi serta permintaan sepatu olah raga yang merosot.

Humas PT Nikomas Gemilang Danang Widi mengatakan pendaftaran pengunduran diri sukarela itu dibuka pada 11-12 Januari 2023. Seluruh hak pegawai akan dibayar tunai oleh perusahaan, sesuai peraturan yang berlaku.

“Konflik Rusia Ukraina di awal tahun, kenaikan harga bahan bakar secara global, tingkat inflasi yang tinggi, penurunan pesanan dan pengaruh berbagai faktor internasional lainnya, menyebabkan pasar sepatu olahraga internasional menurun drastis dan harga bahan baku terus meningkat,” ujar Danang dalam keterangan resminya, Selasa (10/1).

Baca juga:  Rakor Pengendalian Inflasi di Pemprov Riau Dihadiri Asintel Kejati Riau Raharjo BK Secara Virtual

Perusahaan alas kaki tersebut mengaku telah menempuh berbagai cara agar tidak ada pengurangan, namun mereka tak berdaya melawan kondisi ekonomi global yang lebih ketidakpastian.

“Berbagai hal telah kami lakukan seperti stop rekrutmen, tidak ada lembur, pengurangan jam kerja dan program cuti khusus, namun tidak dapat kami hindari dan dengan berat hati kami harus melaksanakan program pengunduran diri sukarela,” kata dia.

Dia mengatakan keputusan merumahkan ribuan pegawainya itu merupakan pilihan terakhir dan telah dilakukan diskusi dengan serikat buruh hingga pemerintah daerah (Pemda).

Pihak perusahaan mengatakan upaya perampingan keuangan juga dilakukan melalui pengurangan jam kerja, penggajian hanya 70 persen agar semua bisa tetap bekerja, tetap mendapat gaji meski hanya bekerja 3 hari.

Baca juga:  Produktivitas Kerja, Pada Mulanya adalah Pola Makan Sehat

Walaupun langkah itu telah dilakukan, namun dinilai tidak bisa menyelamatkan kondisi perusahaan.

“Sejauh ini kita selalu berdiskusi dengan serikat, stakeholder pemerintah seperti Disnaker. Jadi alhamdulillah sampai saat ini tidak ada yang protes, karena kita selalu menjelaskan ini bukan kemauan perusahaan,” tuturnya.

(Sumber:CNNIndonesia.com)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Redaksi Menara badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Cek Harga Pangan dan Peredaran Upal Jelang Pemilu, Satreskrim Sidak ke Pasar Rengat

3 Februari 2024 - 14:51 WIB

Produktivitas Kerja, Pada Mulanya adalah Pola Makan Sehat

10 Juni 2023 - 11:59 WIB

produktivitas kerja

Rakor Pengendalian Inflasi di Pemprov Riau Dihadiri Asintel Kejati Riau Raharjo BK Secara Virtual

30 Januari 2023 - 11:15 WIB

Gila!! Umur 20 Tahun Tapi Punya Harta 5 Triliun

11 Januari 2023 - 14:39 WIB

Diduga Diskriminasi Harga, Coca-Cola dan Pepsi Disidik di AS

10 Januari 2023 - 22:13 WIB

Hati-Hati!! Inggris Dan Uni Eropa Diprediksi Akan Resesi Tahun 2023

10 Januari 2023 - 22:04 WIB

Trending di Bisnis