Menu

Mode Gelap

Lingkungan · 19 Feb 2023 19:05 WIB ·

Hutan Kawasan HPT dan HPK Porak Poranda di Kaki TNBT Diluluhlantak Menegemen PT RNT, Gubri Syamsuar dan DLHK Riau Justru Membisu


					Perambahan hutan kawasan secara besar-besaran oleh menegemen PT RNT dan TTN dengan berbagi modus operandi membuat bantaran dan teras hutan TNBT yang masih status HPT dan HPK terancam punah, Kondisi TNBT dikepung oleh kaum kavitalis dari semua pinggiran kawasan. [Menara.co.id] Perbesar

Perambahan hutan kawasan secara besar-besaran oleh menegemen PT RNT dan TTN dengan berbagi modus operandi membuat bantaran dan teras hutan TNBT yang masih status HPT dan HPK terancam punah, Kondisi TNBT dikepung oleh kaum kavitalis dari semua pinggiran kawasan. [Menara.co.id]

Menara.co.id, Indragiri Hulu- Ribuan hektare hutan kawasan status Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan Hutan Produksi Konversi (HPK) milik negara nyaris habis diluluhlantak menegemen PT Ronatama (RNT) yang disebut-sebut nama pemiliknya Saibun Sinaga dikenal kebal hukum di seantero nusantara.

Anehnya walaupun sudah terindikasi kalau menegemen RNT yang bergerak di sektor kebun sawit swasta ini melawan hukum pada Undang-Undang Nomor 41/1999 tentang kehutanan. Tetapi Gubernur Prov Riau Syamsuar sebagai pemegang wilayah dan Mamun Murod Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prov Riau sebagai stakeholder pada bidang pengendalian kehutanan dan lingkungan harus memilih bisu alias bergeming.

“Padahal sejak lima tahun silam laporan tentang menegemen RNT yang memporak porandakan HPT dan HPK telah dilaporkan bahkan melalui pemberitaan di sejumlah media mainstream acap kali dipublikasikan terkait perambahan kawasan tetapi para penegak hukum khususnya DLHK yang membawahi Gakum ini nyaris tidak menggubris”, tandas Misriono, SH Ketua Umum Pejuang Rakyat Inhu (Perahu), Inhu Indonesia, Minggu (19/2)

Baca juga:  Sebelum Bertugas, Personel Polres Inhu dan Jajaran Polsek Lantunkan Asmaul Husna

Oleh karena itu sambung Misriono bahwa perusahaan terus melakukan aktifitas tanpa batas. Sebabnya tidak menutup kemungkinan indikasi kasus alih fungsi kawasan ini akan di bawa ke meja Kementerian LHK RI Siti Nurbaya Bakar di Jakarta dalam waktu dekat ini sebelum di sampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo jika dibutuhkan.

“Keadaan rill hutan kawasan di lereng TN Bukit Tigapuluh ini harus dilaporkan secepatnya kembali karena pelaku kapitalis diyakini bisa saja ekstensifikasi perluasan lahan kebun sawit ke zona kawasan lindung TNBT yang bersentuhan langsung pada line (garis) batas kawasan HPT dan HPK sebagai teras hutan penyangga TN Bukit Tigapuluh yang dilindungi tersebut,” lanjut Misriono

Dipaparkan Misriono TN Bukit Tigapuluh jangan sampai terjadi seperti kondisi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Riau sangat memprihatinkan. Puluhan ribu hektare hutan alam dibabat jadi perkebunan sawit.

Baca juga:  Menegemen PT Ronatama Hancurkan Kawasan Hutan di Kaki TNBT Gubernur Riau Syamsuar dan DLHK Riau Tidak Berkutik

“Inilah penampakan kondisi TNTN dari citra satelit yang diambil World Wide Fund for Nature (WWF) di dua tahun lalu. Saat ini, kondisinya disebut-sebut tidak jauh berbeda. Kawasan konservasi ini tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Hutan alam yang dulunya hijau sejak dipandang mata, kini menjadi hamparan tanah gundul”, katanya

Kondisi ribuan hektare hutan kawasan status Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan Hutan Produksi Konversi (HPK) milik Negara habis digunduli oleg PT.RNT. [Menara.co.id]
Hamparan tanah yang sudah bersih itu, rencananya akan ditanami kebun sawit. Orang menjarah lahan milik negara ini belasan tahun silam.

“TNTN seakan tanah tak bertuan. Orang ramai-ramai menjarah. Negara tak berdaya membendung lajunya penguasaan lahan oleh orang tak bertanggung jawab”, ujarnya

Pada foto citra satelit tampak terlihat jelas. Ada dua rumah saling berdampingan berdinding papan beratap seng berdiri di tengah kawasan TNTN. Sekitarnya tidak terlihat lagi yang namanya hamparan hutan. Batang-batang kayu alam tampak berserakan. Kawasan itu terlihat bisa bekas sisa pembakaran.

Baca juga:  F.PAN Inhu : Mendambakan Gubernur Riau, Syamsuar Tinjau Jalan Rusak Akibat Truk Batubara Odol

“Sekitar rumah itu tampak adanya pembibitan pohon sawit yang jumlahnya ratusan batang. Ada juga tangki air untuk menyemprot pembibitan sawit dalam polibek itu”, terangnya

Di sekitarnya malah masih terlihat juga adanya pohon sawit yang baru berusia setahun. Ini menunjukkan bahwa kaum kapitalis dengan bertopengkan masyarakat di dalam kawasan hutan dengan santai menanam kebun sawit.

“Data di TNTN, dari luasan 83 ribu hektare, ada 30 ribu kebun sawit tumbuh subur di kawasan yang ada di dua kabupaten Pelalawan dan Inhu. Sepertinya TN Bukit Tigapuluh hendak disulap oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menjadi lahan subur milik pribadi dengan cara awal memporak porandakan HPT dan HPT di sekitar hutan penyangga TN Bukit Tigapuluh”, pungkas Misriono. (Tamb)

Artikel ini telah dibaca 84 kali

Redaksi Menara badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Paparkan Saat Rakor Lintas Sektoral, Kapolres Inhu Wujudkan Progam PATEN

6 April 2024 - 17:49 WIB

Kasad Berangkatkan Ribuan Peserta Mudik Bersama Keluarga Besar Mabesad 2024

6 April 2024 - 17:45 WIB

Personel Pospam dan Posyan Polres Inhu aktif Patroli Titik Rawan Laka

6 April 2024 - 17:43 WIB

Dapat Baju Baru dan Dimandikan Kapolres Inhu, ODGJ Menangis Haru

29 Februari 2024 - 07:42 WIB

Bagikan Sembako, Polsek Seberida Cooling System Pemilu Damai di Desa Bandar Padang

13 Februari 2024 - 14:45 WIB

Gaungkan Pemilu Damai 2024, Polsek Kuala Cenaku Goro dan Salurkan Bansos di Pasar Rakyat

5 Februari 2024 - 13:26 WIB

Trending di Budaya