Menu

Mode Gelap

Hukum · 17 Jan 2023 12:39 WIB ·

Hutan di Kaki TNBT Gundul, DLHK Riau Mengendus Oknum Aparatur Desa Jual Beli Lahan Kepada PT Ronatama


					Kadis LHK Prov Riau Sedang Membentuk Tim Operasi dan Melibatkan Polres Inhu dan Jajaran Ke Lokasi PT Ronatama dan perusahaan sawit yang diduga bodong di Inhu, Riau. [Menara.co.id] Perbesar

Kadis LHK Prov Riau Sedang Membentuk Tim Operasi dan Melibatkan Polres Inhu dan Jajaran Ke Lokasi PT Ronatama dan perusahaan sawit yang diduga bodong di Inhu, Riau. [Menara.co.id]

Menara.co.id, Indragiri Hulu – Kicauan burung di keasrian perawan Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan Hutan Produksi Konversi di kaki bukit Taman Nasional Bukit Tiga Puluh di Desa Sipang, Alim, Simbul Kec Batang Cenaku dan Batang Gansal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau, kini tinggal cerita kenangan.

Dan hembusan angin sepoi yang sejuk dahulu dirasakan ribuan warga sekitar pada lereng hutan lindung itu seketika berubah menjadi hawa udara panas membakar sekujur tubuh penuh peluh. Karena hampir semua desa yang mengitari hutan terlarang itu harus kehilangan hutan dari konsesi penyokong hutan paru-paru dunia tersebut.

Hutan yang berstatus HPT dan HPK milik negara tersebut kini beralih fungsi seluas 2000 an hektare menjadi kebun kelapa sawit PT Ronatama dan hal yang sama tidak ketinggalan seluas 1000 hektare lebih kebun sawit di kelola PT Toton Naibaho serta andil dari pelaku usaha kapitalis pribadi lainnya yang mencuri hutan negara disana.

Baca juga:  Dua Hari Operasi Patuh Polres Inhu, Ratusan Kendaraan Ditindak

Menurut Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau Mamun Murod kepada Menara.co.id Selasa (17/1) via phonsel genggamnya megendus terjadinya peralihan hutan HPT dan HPK di kaki bukti TNBT di Batang Cenaku dan Batang Gansal, Inhu diselidiki ada dugaan pidana transaksi jual beli antara aparatur desa yang disebut-sebut oknum kepala desa setempat kepada menegemen PT Ronatama di desa Sipang dan Alim Batang Cenaku, Inhu.

Persahaan membandal tersebut dikaji telah melanggar hukum Pasal 83 Ayat 1 huruf b, Undang-undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana penjara maksimum 15 tahun dan denda Rp. 100 miliar. [Menara.co.id]
“Saya sudah turunkan Kepala UPT-KPH Rengat kelokasi PT Ronatama di Desa Sipang dan Alim kemarin (16/1) diketahu bahwa pembagunan kebun PT RNT dan Toton Naibaho dan pelaku usaha pribadi lainnya disana diindikasi ada laporan konkrit bahwa aparatur desa telah menjual belikan hutan HPT dan HPK kepada pelaku usaha seperti PT RNT, PT Toton yang skala besar, lain lagi kepada sejumlah nama pelaku usaha kebun sawit pribadi”, Ujar rinci Mamun Murod.

Baca juga:  Korban Luka Tusuk EP Manurung Tewas, Pelaku RNA Serahkan Diri Ke Polsek Siberida

Dikatakan meskipun Mamun tidak menyebut siapa nama oknum aparatur desa Sipang dan Alim yang telah menjual belikan hutan negara itu kepada pelaku usaha dimaksud. Tetapi Mamun mengaku telah mengantongi sejumlah nama yang diduga dengan sengaja telah melakukan tindak pidana kejahatan tentang kehutanan di kawasan hutan perbatasan Riau- Jambi tersebut.

“Kami sedang membentuk tim untuk operasi segera turun ke lokasi dimaksud dan tindakan kejahatan ini telah susun tahapan strategi pada penindakan hukum terhadap yang diduga pelaku perambahan hutan dan kaitannya dengan melibatkan petugas negara setempat kepolisian Rengat, Inhu”, tegas Mamun.

Ditempat tepisah Penasehat Forum Pemantau Aset Negara (F-PAN) Riau Indonesia Hatta Munir menyarankan kepada DLHK Riau Mammun Murod untuk menghindari iming-iming palsu kepada warga masyarkat Inhu tentang penindakan tegas kepada pelaku pidana kejahatan kehutanan di Inhu Riau yang selama ini kian menjamur bak cendawan di musim hujan.

Baca juga:  Lansia di Desa Paskem Terima Bansos Program Jubah Emas

“Tindak tegas secara hukum para pelaku usaha PT Ronatama, PT Toton Naibaho, PT Indah Seko, PT Selantai Agro Lestari dan sederet pelaku usaha lainnya yang dianggap membangkang jangan ditolerir. Tunjukkan jati diri DLHK sebagai yang lembaga negara yang berwenang pada pengamananhutan negara dan penindakan hukum secara transparan dan tidak tebang pilih, sikat saja dan buktikan”, tekan Hatta jujur. (Tamb)

Artikel ini telah dibaca 91 kali

Avatar badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Empat Pelaku Persetubuhan Anak Bawah Umur Diringkus Polsek Lirik

1 Juni 2024 - 18:05 WIB

Polres Inhu Gelar Upacara Sertijab Kasat Reskrim dan Dua Kapolsek

31 Mei 2024 - 19:37 WIB

Dua Pengedar dan Kurir Sabu di Seberida Dibekuk Satres Narkoba Polres Inhu

31 Mei 2024 - 19:32 WIB

Pengedar dan Kurir Sabu di Seberida Dibekuk Satres Narkoba Polres Inhu

31 Mei 2024 - 19:29 WIB

Polsek Batang Cenaku dan Polsek LBJ Ringkus Pengedar Sabu, Ini Jumlah Barang Buktinya

12 Mei 2024 - 22:36 WIB

Tiga Pria dan Satu Wanita Pengedar Sabu Diringkus Polsek Peranap

12 Mei 2024 - 22:33 WIB

Trending di Hukum