Menu

Mode Gelap

Lingkungan · 28 Jan 2023 19:59 WIB ·

Gubri Syamsuar Dijadwalkan Meresmikan Jalur Dua Sei Lala Inhu Menuai Oto Kritik Dari Forum- PAN Inhu


					Ganasnya ragi roda truk raksasa batubara ancam hancurkan jalan jalur dua pasar Lala. Pelaku usaha bebas dan merajalela jadi penguasa jalanan di lintas tengah Japura, Peranap, Rengat dan Kwala Cinaku. [Menara.co.id] Perbesar

Ganasnya ragi roda truk raksasa batubara ancam hancurkan jalan jalur dua pasar Lala. Pelaku usaha bebas dan merajalela jadi penguasa jalanan di lintas tengah Japura, Peranap, Rengat dan Kwala Cinaku. [Menara.co.id]

Menara.co.id, Indragiri Hulu – Mendengar kabar Gubernur Prov Riau Syamsuar besok Minggu (29/1) akan meresmikan jalan jalur dua pasar Sei Lala menuai kritik konstruktif dari Hatta Munir sebagai penasehat Forum Pemantau Aset Negara (F-PAN), Inhu Riau Indonesia.

“Kegiatan peresmian jalan jalur dua pasar Sei Lala oleh Syamsuar dinilai hanya serimonial belaka tidak berdampak signifikan, karena ratusan truk raksasa odol batubara, kayu dan tangki Cruid Palm Oil (CPO) masih tetap merajalela dan hilir mudik yang ditengarai sebagai biang kerok perusak jalan lintas tengah Japura-Peranap dan Rengat- Kwala Cenaku”, kritik Hatta rasional

Dikatakan sinyal Syamsuar ke Inhu besok ditandai dengan adanya aktifitas perbaikan ruas jalan lintas tengah mulai dari ruas jalan elak Air Molek, Simpang Batu Gajah sampai lewat pasar Lala.

“Tidak seperti biasanya sepi dengan perbaikan. Di dua hari terakhir ini PUPR Prov menyibukkan diri tiba-tiba dengan melakukan perbaikan jalan menuju pasar Lala yang seolah untuk kepentingan sesaat hanya dikala petinggi Riau saja berkunjung ke Lala baru dapat sentuhan bukan untuk kepentingan umum secara permanen”, jelas Hatta

Baca juga:  Geger..! JGP, Menteri Komunikasi dan Informatika RI Jadi Tersangka Diduga Korupsi di Proyek BTS 4G BAKTI Kemkomimfo

Disebutkan kondisi infrastuktur jalan jalur dua pasar Lala dibangun tahun 2017 silam, dan kemudian di dua tahun terakhir pasca angkutan batubara beraktifitas dengan leluasa tanpa ada pencegahan dari Gubri Syamsuar membuat jalan provinsi lintas tengah Japura, Peranap termasuk Lala dan Rengat, Kwala Cenaku hancur parah digilas roda ratusan truk yang over loading/dimention (Odol) saban hari dalam 24 jam.

Foto : (Menara.co.id/Tamb)

Lalu kemudian kata Hatta dilaksanakan lagi perbaikan jalan di pasar Lala pinggiran jalan lintas tengah dengan anggaran APBD Prov 2023, kategori pekerjaan pengasapalan kembali dianggap lanjut Hatta adalah sebuah pekerjaan yang sia-sia dan terkesan menghamburkan uang rakyat saja.

“Apakah nantinya tidak hanya waktu sekejap saja kembali hancur lagi badan jalan yang digadang- gadang resmikan itu. Karena selain kwalitas pengerjaannya tahun kemarin diragukan juga dengan pengaruh kebebasan angkutan ratusan truk odol batubara, kayu dan CPO yang mempercepat ruas jalan provinsi itu rusak lagi, dan berujung pada kesiasiaan saja”, kesal Hatta

Baca juga:  Kapolres Inhu : Berikan Yankes Gratis, Bansos dan Antar Warga Suku Pedalaman Berobat

Hatta dengan kecewa dimana lemahnya pemerintah provinsi dalam menerapkan peraturan lalu lintas perhubungan kepada pelaku jasa usaha angkutan truk batubara, CPO dan kayu yang semena-mena over kapasitas dan menghancurkan jalan sehingga hak kenyamanan ribuan penduduk warga pengguna jalan raya dicuri hilang oleh pelaku usaha angkutan karena ada rongga melawan hukum perhubungan bagi pelaku usaha oleh pemrov Riau yang berwenang.

“Ini dana pembangunan jalan provinsi adalah berasal dari uang semua rakyat, hanya habis terkuras dipergunakan untuk kepentingan pelaku usaha angkutan Odol batubara. Rakyat cilik yang juga di pajak negara hanya mendambakan bisa merasakan kenyamanan dikala melintas di jalan provinsi milik negara itu pun terusik akibat jalan yang rusak setiap waktu”, jelas Hatta

Baca juga:  Berjalan Sepekan, Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2023, Angka Kecelakaan Turun 7 Kasus

Diakhir Hatta mengusulkan kepada Syamsuar agar akses khusus jalan batubara sesegera mungkin dibangun dari lokasi eksploitasi tambang batubara dari Peranap menuju Kwala Cenaku sebagai lokasi penumpukan (Stockpile) dengan mempergunakan rute akses jalur lintas selatan, Pangkalan Kasai, Kelesa dan jalan poros PT KAT (DPN Group) langsung ke titik akhir Kwala Cinaku, dan bebas dari kemacetan dan ancaman rusak jalan di padam pemukiman penduduk, tutup Hatta (Tamb)

Artikel ini telah dibaca 204 kali

Redaksi Menara badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Paparkan Saat Rakor Lintas Sektoral, Kapolres Inhu Wujudkan Progam PATEN

6 April 2024 - 17:49 WIB

Kasad Berangkatkan Ribuan Peserta Mudik Bersama Keluarga Besar Mabesad 2024

6 April 2024 - 17:45 WIB

Personel Pospam dan Posyan Polres Inhu aktif Patroli Titik Rawan Laka

6 April 2024 - 17:43 WIB

Dapat Baju Baru dan Dimandikan Kapolres Inhu, ODGJ Menangis Haru

29 Februari 2024 - 07:42 WIB

Bagikan Sembako, Polsek Seberida Cooling System Pemilu Damai di Desa Bandar Padang

13 Februari 2024 - 14:45 WIB

Gaungkan Pemilu Damai 2024, Polsek Kuala Cenaku Goro dan Salurkan Bansos di Pasar Rakyat

5 Februari 2024 - 13:26 WIB

Trending di Budaya