Menu

Mode Gelap

Lingkungan · 23 Jan 2023 14:13 WIB ·

Buaya Ganas Terkam Korban Dahlan Hingga Tewas, DPKP Berhasil Tangkap Si Pemangsa Seketika


					Seekor buaya Ganas dan liar di perairan Sungai Indragiri di Tembilahan menerkam korban Dahlan, kini Binatang Reptil buas itu berhasil di tangkap petugas setempat. [Menara.co.id] Perbesar

Seekor buaya Ganas dan liar di perairan Sungai Indragiri di Tembilahan menerkam korban Dahlan, kini Binatang Reptil buas itu berhasil di tangkap petugas setempat. [Menara.co.id]

Menara.co.id, Indragiri Hilir- Seekor buaya menerkam Dahlan (40) Warga Desa Tekulai Hulu, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau hingga tewas.

Peristiwa naas itu disaksikan oleh istrinya sendiri Sri wahyuni (33) saat korban disambar buaya ganas pada Sabtu, 21 Januari 2023.

“Korban membongkar kayu di tepi parit, tiba-tiba istri korban ( Sri wahyuni ) mendengar teriakan minta tolong dengan jarak kurang lebih 50 meter”, kata Kepala Desa Tekulai Hulu, Sofiansyah.

Korban baru ditemukan kurang lebih 5 jam pencarian oleh Tim SAR gabungan dan masyarakat setempat dengan jarak kurang lebih 1.5 Kilometer. Kondisi korban saat ditemukan warga sudah tak bernyawa.

Berdasarkan surat resmi dari Kepala Desa Tekulai Hulu kecamatan Tanah Merah ( Sofiansyah ) yang ditujukan kepada Bapak Bupati Inhil tentang keresahan masyarakat mengenai adanya hewan buas (buaya) yang sudah mengancam jiwa manusia.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Inhil Provinsi Riau Drs H Eddiwan Shasby MM menindak lanjuti dengan menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk menangani buaya muara yang meresahkan masyarakat pada hari Minggu 22 Januari 2023.

Baca juga:  Duka Nestapa Warga di Kecamatan Batang Peranap, Ribuan KK Kehilangan Hak Jalan Gegara Truk Odol Batubara

Tim Reaksi Cepat terdiri dari 1 Regu Tim
TRC DPKP Kabupaten Inhil, beranggotakan 12 orang didamping pengawas, tim EMS/Emergency Medical Service atau Medis sebanyak 1 orang, Media 1 orang dengan total keseluruhan anggota DPKP Kabupaten Inhil sebanyak 12 orang.

Sebelum operasi, dilakukan briefing yg dipimpin oleh Rustam Efendi dari DPKP Kabupaten Inhil untuk mengambil langkah-langkah penanganan evakuasi mengingat Satwa Liar ( Buaya) muara ini cukup besar.

Sekitar pukul 17.30 wib Tim DPKP Kabupaten Inhil sudah berada di lokasi, terlebih dahulu Tim DPKP Kabupaten inhil Apel persiapan yg dihadiri aparat Desa dan Babinkantibmas, selanjutnya TRC DPKP Kabupaten Inhil bergerak menyusuri parit-parit dimana lokasi buaya berada.

proses penangkapan buaya berjalan memakan waktu lebih kurang 2 jam dan beberapa kali mengalami kegagalan karena buaya yg ditangkap cukup besar. Tim terus melakukan pencarian sampai berhasil buaya tersebut dievakuasi.

Baca juga:  Isya Berjamaah di Masjid Raya Rengat, Kapolres Inhu Sampaikan Pesan Pemilu Damai

Saat di temui di lokasi, kepala DPKP Kabupaten Inhil, Drs H Eddiwan Shasby MM mengatakan proses pengevakuasian buaya muara berjalan dengan lancar.

“Alhamdulilah sekitar pukul 22.30 wib malam Tim TRC DPKP Kabupaten Inhil Provinsi Riau berhasil mengevakuasi buaya muara dengan ukuran kurang lebih panjang 3 meter 70 cm lebar 67 cm lebih, yang selama ini meresahkan masyarakat bahkan sudah memakan korban yang berakibat tewasnya 1 orang warga Desa Tekulai Hulu Kecamatan Tanah Merah.” Kata Kepala DPKP Kabupaten Inhil Drs H Eddiwan Shasby MM.

Drs H Eddiwan Shasby MM menghimbau kepada masyarakat khususnya ditempat temuan buaya untuk terus waspada dan berhati-hati.

“Harapan saya kepada masyarakat agar selalu berhati hati dan waspada
menggunakan atau memanfaatkan sungai, parit atau kanal untuk beraktivitas”. Himbau Kepala DPKP Kabupaten Inhil Drs H Eddiwan Shasby MM.

Baca juga:  Trans Lintas Tengah Japura Peranap dan Rengat Kuala Cenaku Rusak Parah, Ancam Keselamatan Berlalu Lintas

Dari data dan penanganan evakuasi buaya selama ini di Kabupaten Inhil tdk bisa dikatakan aman utk masyarakat
beraktivitas disungai karena banyaknya dibeberapa sungai atau parit ditemukan buaya yg dapat membahayakan warga.

Dikarenakan bahwa :
1.Kawasan habitat buaya saat ini sudah terbatas seiring perkembangan penduduk dan pemukiman.

2. Ada kemungkinan sumber makanan itu sendiri mulai terbatas sehingga buaya mencari makan masuk ke parit ataupun kanal bahkan masuk kewilayah
pemukiman .

3. Adanya kebiasaan masyarakat membuang sampah kesungai sehingga mengundang buaya masuk kepemukiman penduduk

4.Diusik atau digangu ketika buaya ada atau berkeliaran sehingga menimbulkan agresifnya buaya tersebut.

Kesimpulannya : masyarakat harus lebih berhati hati dan waspada ketika beraktivitas di sungai.

“Dengan dievakuasinya buaya dari Desa Tekulai Hulu Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Inhil Provinsi Riau ini berarti ada 5 ekor buaya yang berada dikandang kantor DPKP Kabupaten Inhil” pungkasnya. (Tamb)

Artikel ini telah dibaca 58 kali

Redaksi Menara badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Paparkan Saat Rakor Lintas Sektoral, Kapolres Inhu Wujudkan Progam PATEN

6 April 2024 - 17:49 WIB

Kasad Berangkatkan Ribuan Peserta Mudik Bersama Keluarga Besar Mabesad 2024

6 April 2024 - 17:45 WIB

Personel Pospam dan Posyan Polres Inhu aktif Patroli Titik Rawan Laka

6 April 2024 - 17:43 WIB

Dapat Baju Baru dan Dimandikan Kapolres Inhu, ODGJ Menangis Haru

29 Februari 2024 - 07:42 WIB

Bagikan Sembako, Polsek Seberida Cooling System Pemilu Damai di Desa Bandar Padang

13 Februari 2024 - 14:45 WIB

Gaungkan Pemilu Damai 2024, Polsek Kuala Cenaku Goro dan Salurkan Bansos di Pasar Rakyat

5 Februari 2024 - 13:26 WIB

Trending di Budaya